—————————————————————————————————————————
Bojonegoro :- Hari Ulang Tahun DPC. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) digelar .Dihadiri Pengurus DPC., PAC ,KSB, Ketua Sicita dan Satgas Cakrabuana.
Dalam acara tersebut disampaikan pesan oleh Ketua DPC. Bojonegoro :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Syalom,
Om Swasti Astu,
Namo Budaya, Salam Kebajikan, Rahayu.
Salam Pancasila..
Merdeka !!! x3
Pdi Perjuangan.. Jaya !!!
Mega-Mega-Mega.. Yess.!!!
Yang saya Hormati..
– Pengurus DPC PDI Perjuangan kab. Bojonegoro
– KSB PAC PDI Perjuangan se kab. Bojonegoro
– Ketua Komunitas Juang SICiTA PDI Perjuangan se kab. Bojonegoro
– Satgas Cakra buana PDI Perjuangan kab. Bojonegoro
– dan tak lupa Seluruh pengurus Badan & sayap partai pengurus ranting & anak Ranting yg selalu kami cintai dan kami banggakan
Mohon ijin sebelum pidato ini disampaikan tadi bapak ketua DPC Mas Bambang Sutriono bersama sekretaris & bendahara juga teman-teman fraksi titip salam dan ijin tidak bisa mengukuti kegiatan karena ada agenda di jakarta Bimtek Fraksi yg di lanjutkan Rakernas 1 PDI Perjuangan mulai tanggal 9 – 12 januari 2025.
Beliau berpesan kepada kita semua dengan semangat HUT ke-53, PDI Perjuangan kedepan harus semakin solid, berdaulat secara ideologis, konsisten berada di garis perjuangan rakyat, serta mampu menjawab berbagai tantangan kebangsaan dengan berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan ajaran Bung Karno.
Saudaraku seperjuangan yg kami cintai dan kami banggakan
Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, dan atas karunia-Nya, hari ini, PDI Perjuangan merayakan ulang tahun ke-53. Lima puluh tiga tahun telah kita lalui sejak kelahiran Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada tanggal 10 Januari 1973. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah partai politik di Indonesia. Sejarah PDIP dapat dirunut mulai dari Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan oleh Ir Sukarno pada 4 Juli 1927. PNI bergabung dengan Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik. Partai gabungan tersebut kemudian dinamakan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 10 Januari 1973
Sejak awal terbentuk, konflik internal PDI terus terjadi dan diperparah dengan adanya intervensi dari pemerintah. Untuk mengatasi konflik tersebut, anak kedua dari Ir Sukarno, ibu Megawati Sukarnoputri didukung untuk menjadi ketua umum PDI, Namun pemerintahan Suharto tidak menyetujui dukungan tersebut kemudian menerbitkan larangan mendukung pencalonan Megawati Sukarnoputri dalam Kongres Luar Biasa (KLB) pada 2-6 Desember 1993 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur.
Larangan tersebut berbanding terbalik dengan keinginan peserta KLB, kemudian secara de facto Megawati Sukarnoputri dinobatkan sebagai ketum DPP PDI periode 1993-1998. Sehingga pada Musyawarah Nasional (Munas) 22-23 Desember 1993 di Jakarta, Megawati Sukarnoputri dikukuhkan sebagai Ketum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI secara de jure.
Saudaraku seperjuangan yang kami cintai
Konflik internal PDI terus terjadi hingga diadakan Kongres pada 22-23 Juni 1996 di Asrama Haji Medan. Pada 20 Juni 1996 para pendukung Megawati Sukarno Putri melakukan unjuk rasa hingga bentrok dengan aparat keamanan yang menjaga kongres. Kemudian pada 15 Juli 1996 pemerintah Suharto mengukuhkan Suryadi sebagai Ketum DPP PDI. Akhirnya pada 27 Juli 1996 pendukung Megawati Sukarnoputri menggelar Mimbar Demokrasi di halaman kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat.Kemudian muncul rombongan berkaus merah kubu Suryadi, kemudian terjadi bentrok dengan kubu Megawati Sukarnoputri. Peristiwa tersebut dikenal dengan Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli atau disingkat menjadi Peristiwa Kudatuli.
Setelah peristiwa tersebut, PDI di bawah pimpinan Suryadi hanya memperoleh 11 kursi DPR.Karena pemerintahan Suharto lengser pada reformasi 1998, PDI di bawah pimpinan Megawati Sukarnoputri semakin kuat, dan ditetapkan sebagai ketum DPP PDI periode 1998-2003 pada Kongres ke-V di Denpasar, Bali.
Megawati Sukarnoputri kemudian mengubah nama PDI menjadi PDI Perjuangan pada 1 Februari 1999 agar dapat mengikuti pemilu. Nama tersebut disahkan oleh Notaris Rahmat Syamsul Rizal dan kemudian dideklarasikan pada 14 Februari 1999 di Istora Senayan, Jakarta. PDI Perjuangan (PDIP) melakukan Kongres I pada 27 Maret-1 April 2000 di Hotel Patra Jasa, Semarang, Jawa Tengah. Kongres tersebut menghasilkan keputusan Megawati Sukarnoputri sebagai Ketum DPP PDIP periode 2000-2005.Pada Kongres IV PDIP di Bali pada 8-12 April 2015, Megawati Sukarno Putri kembali dikukuhkan sebagai Ketum PDI Perjuangan periode 2015-2020.
Perlu saudaraku sekalian ketahui.. dengan perjuangan dan perjalanan panjang sejarah PDI Perjuangan tentu menuai hasil yang membanggakan yakni merebut kemenangan 4 kali dalam pemilu. Tahun 1999, tahun 2014, tahun 2019 dan terakhir tahun 2024.
PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat di tengah berbagai bencana yang melanda di Tanah Air, dengan spirit kemanusian, keadilan dan keberpihakan kepada rakyat, sebagaimana kita lihat kemarin pada penanganan bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna PDIP) di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Jawa Barat dan wilayah lain yang terkena bencana.
Saudaraku seperjuangan yang kami cintai dan kami banggakan
Pada tema HUT ke 53 kali ini adalah “Satyam Eva Jayate” dan sub tema “Disanalah Aku berdiri untuk selama-lamanya” kalimat Satyam Eva Jayate menjadi perisai moral dengan standar kebenaran ideologi Pancasila dengan spirit kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945. Bagi para pemuda, Satyam Eva Jayate bukan sekedar slogan, namun pesan moral dalam dunia digital untuk berani berbicara kritis sebagai cermin kebebasan berpendapat yang dilindungi Konstitusi serta berani menempuh jalan ‘anti mainstream’ di dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Sedangkan kalimat “Disanalah Aku berdiri untuk selama-lamanya” yang dikutip dari lagu kebangsaan Indonesia Raya karya Wr. Supratman itu menggambarkan daya tahan yang menyertai satyam eva jayate,dan juga menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan ditengah godaan pragmatisme politik.
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan marilah kita jadikan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi partai, konsolidsi politik, refleksi ideologi, serta memperkuat gotong royong dan mempererat tali persatuan kepada seluruh kader dan simpatisan partai. sekali lagi ingin kami sampaikan kepada kita semua..
apakan kita siap memenangkan PDI Perjuangan 4 kali. ? Siap?
apakah kita siap untuk memenangkan pemilu tahun 2029 ? Siap?
Selamat Hari Ulang tahun PDI Perjuangan yg ke-53.
Satyam Eva Jayate
Disanalah aku berdiri selama-lamanya..
Semoga Alloh SWT Selalu menyertai dan memberkahi langkah Perjuangan kita bersama.
Terima kasih
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Merdeka x3
PDI Perjuangan.. jaya !!!
Mega..Mega Mega. yess..!!!***
















